sesekali ku menatap sang awan,gelap kadang, terang kadang,
pernah hujan pula,
hingga ku tak bisa memandangi nya lagi...
dalam benak aku bertanya
dalam hati aku menahan,
dalam fikir aku bergumam
seperti inikah yg musti ku lihat,
hanya dapat ku semaikan salam,
hanya dapat ku taburkan angan,
tak seperti padi yg siap panen,
tak seputih gula yg teramat manis
dingin itu di sana,
manis itu untuk mereka,
putih itu buat mereka.
dan terlintas hanya yg ada
tahu
dari itu telah kulihat
dari itu telah di ucap
meski telah tercipta sebuah cerita
meski telah tebentuk seikat genggam..
namun,
air ini telah terbendung
angin ini telah terjaga,
meski tak pernah di rasa
meski tak dapat di makna...









0 responses to "untuk mereka, bukan untuk ku"